✔ Mengenal Lebih Dalam Biografi tokoh Raden Ajeng Kartini 

Mengenal Lebih Dalam Biografi Raden Ajeng Kartini 

Siapa yang tak mengenal Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang familiar dengan nama R.A kartini? 

Perempuan yang dikenal karena sumbangsinya memperjuangkan hak pendidikan bagi wanita pribumi. 

Sebab di jaman dulu, Hanya keturunan bangsawan saja yang dapat mengakses pendidikan. 

Sedangkan wanita adalah makhluk kelas dua yang kurang dihargai sehingga tidak berhak mendapatkan akses pendidikan. 

RA kartini telah berjuang agar wanita tidak ditindas dan mendapatkan hak pendidikan. 

Berikut adalah biografi singkat dan lengkap tentang Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat : 

Keturunan dan keluarga

✔ Mengenal Lebih Dalam Biografi Raden Ajeng Kartini sunda

Kartini Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat dilahirkan di kota Jepara, jawa tengah pada tanggal 21 April 1879. 

Ayah kartini adalah seorang bupati jepara bernama R.M. Sosroningrat, masih keturunan dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV

Sedangkan ibunya, M.A. Ngasirah adalah anak seorang kiai atau guru agama di teluk awur, jepara. 

Berasal dari keluarga bangsawan yang terpandangan membuat kartini dapat mengakses pendidikan. 

Kartini kecil kemudian di bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. 

Disanalah kartini belajar bahasa belanda dan memiliki teman-teman dari belanda. 

Sayangnya kartini tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi, di usia 15 tahun ia harus tinggal di rumah. 

Sebab menurut ada jawa perempuan harus berada di rumah untuk “dipingit”. 

Pemikiran-Pemikiran RA Kartini Tentang Emansipasi Wanita 

✔ Mengenal Lebih Dalam Biografi Raden Ajeng Kartini indah

Terbitnya Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ 

Kehilangan kesempatan untuk bersekolah tidak mengecilkan hati kartini. 

Kartini kemudian rajin berkirim surat dengan teman-temanya yang ada di belanda. 

Surat-surat itu berisikan pemikiran kartini tentang nasib perempuan pribumi yang tak dapat mengakses pendidikan. 

Sedangkan teman-temannya dari belanda pun menyampaikan bagaimana kondisi perempuan di belanda. Kartini begitu tertarik dengan pemikiran perempuan eropa. 

Hal ini menginspirasi kartini untuk memajukan pemikiran perempuan pribumi. 

Di masa itu, perempuan dianggap makhluk kelas dua sehingga tertinggal dan tidak memiliki akses pendidikan

Pernikahan RA Kartini

✔ Mengenal Lebih Dalam Biografi Raden Ajeng Kartini  lengkap

Pernikahan Raden Ajeng Kartini dengan bupati Rembang Memasuki usia 24 tahun, Kartini dinikahkan dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, bupati rembang. 

Pernikahan kartini tidak mengkungkung cita-citanya memajukan perempuan pribumi. 

Hal ini kemudian dipahami dan didukung oleh suaminya, Adipati Ario Singgih. 

Adipati Ario Singgih begitu mendukung cita-cita kartini, sehingga ia mengijinkan kartini untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur perkantoran Rembang. 

Pada tanggal 13 September 1904 kartini melahirkan putra pertamanya, Soesalit Djojoadhiningrat. 

Namun, nasib naas menimpa kartini dimana setelah empat hari melahirkan putranya, Kartini meninggal dunia yakni di usia 25 tahun. 

RA kartini kemudian dimakamkan di Desa Bulu, Rembang, Bandung. 

Habislah Gelap Terbitlah Terang Sepeninggal RA Kartini, pemikirannya tak hilang begitu saja. 

Surat-surat kartini kemudian dikumpulkan oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda.

Pada tahun 1911, J.H. Abendanon mengumpulkan dan mencetak ulang semua surat-surat kartini dan memberi judul ‘Door Duisternis tot Licht‘ yang berjudul Dari Kegelapan Menuju Cahaya. 

Buku tersebut kemudian menarik perhatian masyarakat, terutama kaum Belanda.

Pemikiran mereka mulai terbuka terhadap nasib perempuan di jaman itu. 

Masyarakat belanda merasa takjub dengan pemikiran kartini dalam bukunya, hal ini kemudian mengubah pola pikir mereka terhadap wanita pribumi. 

Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman. 

Kartini adalah sosok yang menginspirasi dan layak diikuti semangat perubahan yang dibawahnya.

Banyak sosok pahlawan wanita lainnya yang layak untuk dipelajari sejarahnya.

Anda bisa mengklik di https://selasar.com/ untuk mengetahui lebih banyak lagi.

Leave a Reply